UMP Tahun 2018 Naik, Kantong Pekerja Akan Menebal?

Buruh Indonesia tidak perlu cemas karena pasalnya kenaikan UMP akan segera diumumkan di awal November 2017 ini.

Kemenkar (Kementrian Tenaga Kerja) menetapkan kenaikan Upah Minimum Provinsi atau UMP tahun 2018 sebesar 8,17 persen. Jumlah itu berasal dari data inflasi nasional yakni sebesar 3,72% yang mana berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik atau BPS. Sesuai dengan Pasal 44 Ayat 1 dan juga 2 Peraturan Pemerintah No. 78 Tahun 2015 soal Pengupahan, maka formula dari penetapan UMP memuat pertumbuhan ekonomi nasional bandar togel atau PDB dan juga data inflasi nasional.

Pengumuman Serentak 1 November

Ia juga menambahkan, dengan adanya penetapan upah minimum pada tahun 2018 itu agar gubernur menetapkan upah minimum yang dimaksud dan juga diumumkan serentak pada tanggal 1 November 2017. “Gubernur dapat (tak wajib) menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) untuk beberapa kabupaten atau kota tertentu (yang mana mampu membayar upah minimum lebih tinggi dari pada UMP),” ungkap Menteri Ketenagakerjaan, M Hanif Dhakiri, dalam surat edaran yang bertanggalkan 13 Oktober 2017.

Adapun yang sudah ditetapkan gubernur, diumumkan secara serentak pada tanggal 1 November 2017 sedagkan untuk UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kota) ditetapkan akan diumumkan secara serentak pada tanggal 21 November 2017. Masing-masing UMP dan juga UMK akan berlaku mulai bulan Januari 2018.

Bertemu Sandiaga Uno, Hanif Pastikan UMP Jakarta Akan Naik

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, menyatakan bahwa pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal menaikkan UMP tahun 2018. Hal ini disampaikan Hanif seusai bertemu dengan wakil gubernur yang masih tergolong anyar, Sandiaga Uno. “Iya, pasti naik, kan kalau sesuai dengan PP (Peraturan Pemerintah) 78 itu tiap tahunnya pasti naik,” ungkap Hanif yang ditemui di Kementrian Tenaga Kerjam pada hari Jumat (27/10) kemarin. Peraturan Pemerintah No. 78 Th 2015 mengatur terkait dengan pengupahan tenaga kerja. Tak hanya mengatur soal pengupahan tenaga kerja tetap akan tetapi juga bagi tenaga kerja outsourcing yang juga harus mempunyai kesempatan yang sama soal pengupahan.

Oleh sebab itu, Hanif pasalnya meminta pada semua buruh agar tak cemas. Ia juga menyinggung kelompok buruh yang sering sekali menuntut kenaikan gaji. Menurutnya, demonstrasi sudah tak lagi relevan. :Jangan cemas, sesuai dengan PP UMP DKI pasti lah naik, semua provinsi juga naik. Tak usah buruh ini demonstrasi, yah,” imbuhnya meyakinkan semua buruh.

Akan tetapi, ia menyatakan, kenaikan tersebut tergantung juga pada regulasi dan juga proporsi masing-masing perusahaa dan juga pemerintah daerah. DKI Jakarta contohnya, sekarang ini, sedang mengkaji sampai angka terkahir untuk kenaikan upah bisa secara langsung diterapkan pada awal tahun 2018.

Pada 2017 ini, UMP di DKI Jakarta mencapai nilai Rp. 3.350.750. angka ini pasalnya juga sudah mengalami kenaikan sebesar 8,11% dari tahun 2016 yang hanya sebesar Rp. 3.100.000,00. “Tadi juga sudah bilang ke Pak Sandi memang ada prosedurnya. Sekarang sedang dikaji,” tuturnya lebih lanjut lagi.

Sementara itu, Sandiaga pun juga membenarkan hal itu. ia menyebutkan bahwa untuk sekarang ini angka bandar togel pasti untuk kenaikan Upah Minimun Provinsi (UMP) DKI Jakarta belum dapat dipastikan. Mengapa ? karena, menurutnya, kepastian angka amat sangat diperlukan pengkajian yang amat sangat serius yang mana notabene melibatkan banyak pihak.

“Enggak bisa langsung bilang di angka berapa, sekarang kami sedang mengkaji saja dulu. Yang penting tenggat waktunya kita semua bisa beres,” ungkap Sandi. Sebelumnya juga, ia mengatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta sudah melakukan survey guna menentukan Kenaikan UMP. Dan hasil surveynya itu selambat-lambatnya akan selesai sebelum 2018.