Tewasnya Siswa SMA Taruna Nusantara

ditemukan sebuah mayat pada jumat subuh di SMA bergensi, terdapat luka tusuk dibagian leher, kini beberapa saksi telah diamankan.

Krisna Wahyu Nurachmad, merupakan salah satu siswa SMA Taruna Nusantara, yang terletak di kota Magelang, Jawa Tengah, ia ditemukan tewas di barak sekolahnya, pada hari Jumat. Dia diduga menjadi korban pembunuhan, Pihak keluarga di Bandung, Jawa Barat sangat panik dan berupaya mencari informasi serinci mungkin. Bahkan amru, paman korban, sempat memberikan sedikit komentar sebelum terburu-buru meninggalkan rumah. Keluarga besar Krisna diketahui tinggal di rumah berlantai dua di Kota Bandung, Jawa Barat. Ia mengatakan bahwa ceritanya masih simpang siur, sang kakak saat ditelepon juga nangis tak percaya. sang paman pun akan berangkat menuju kota magelang malam itu juga.

Berikut ulasan Tewasnya siswa SMA Taruna Nusantara

Amru juga sempat mengatakan informasi detail tewasnya Krisna masih belum diterima pihak keluarga. Pada intinya pihak keluarga judi togel tiba-tiba diberi kabar bahwa Krisna sudah meninggal dunia. Informasi yang ia terima masih kurang jelas. Tahu-tahu pagi tadi mereka mendapat kabar keponakan tercinta sudah tak bernyawa. Sementara itu, pria bernaman Wawan Setiawan, yang tak lain merupakan pekerja di rumah tersebut mengatakan padahal Krisna belum genap setahun bersekolah di SMA Taruna Nusantara, Magelang. Dia mengatakan bahwa Krisna merupakan anak bungsu dari 4 bersaudara.

Krisna lahir dari pasangan almarhum Mayjen TNI Kartoto dan Ibu Umi Isnaningsih. Dia dari dulu tinggalnya di Jakarta. SD hingga menginjak bangku SMP di Jakarta. Tewasnya pria bernama Krisna Wahyu awalnya diketahui Riyanto dan Kodiyat ketika pengasuh sekolah tersebut hendak membangunkan siswa di barak G 17 untuk menjalankan ibadah shalat subuh. Setelah semua berkumpul, Kodiyat menyisir kesemua kamar siswa Taruna Nusantara untuk memastikan semua siswa bangun dan pergi ke masjid.

Saat menyisir pada barak G 17 kamar bernomor 2B, ia menemukan Krisna berada di tempat tidur miliknya dalam kondisi badan penuh darah. Kodiyatpun memastikan siswa Taruna Nusantara itu tewas setelah meraba bagian nadinya sudah tidak berdenyut. Para pengasuh panic, kemudian melaporkan kejadian tersebut pada Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan yang dilanjutkan melapor ke Polsek Magelang. Kasus kematian siswa SMA Taruna Nusantara yang terkenal sebagai sekolah favorit dan nomor satu itu telah ditangani tim gabungan Polres Magelang dan Polda Jawa Tengah.

Di lokasi kejadian tersebut, tim penyidik menemukan salah satu pakaian dengan beberapa bercak darah. Dugaan kuat Krisna menjadi salah satu korban pembunuhan karena terdapat luka seperti tusukan di lehernya. Polisi mengusut kematian Krisna Wahyu Nurachmad, siswa SMA Taruna Nusantara, Kota Magelang, Jawa Tengah. Sebelumnya, prian berusia 14 tahun ini ditemukan sudah tak bernyawa di tempat tidurnya, Barak G 17 kamar 2b Komplek SMA Taruna Nusantara, jumat subuh waktu setempat.

Beberapa pengasuh dan teman korban diperiksa polisi

Diduga pelajaran kelahiran Jakarta 24 September 2002 itu menjadi korban pembunuhan. Untuk mengungkap kematian siswa tersebut, tim gabungan Polres Kabupaten Magelang dan Polda Jateng memeriksa sudah memeriksa empat pengasuh sekolah. keempat pengasuh tersebut dimintai keterangan karena diduga mengetahui kejadian mengenaskan ini.  Pemeriksaan empat pengasuh dalam sekolah favorit di Jawa Tengah itu berlangsung di kantor Polres Magelang. Mereka mengatakan bawhwa masih melakukan pemeriksaan yang intensif, Tim mereka pun masih melakukan pemeriksaan pada saat berada di tempat kejadian perkara.

Krisna diduga mengembuskan napas terakhirnya, Jumat subuh sekitar pukul 04.00 WIB. Tim yang dipimpin Kapolda hingga saat ini masih melakukan olah tempat kejadian. Di lokasi kejadian tersebut, tim penyidik menemukan bukti berupa pakaian yang terdapat bercak darah, pakaian yang ditemukan  tidak sobek, masih telusuri yang diamankan tersebut merupakan pakaian korban atau pelaku. Korban saat ditemukan mengalami luka pada bagian leher akibat tusukan benda tumpul. Tim juga menemukan dan mengamankan dua buah pisau. Keduanya merupakan pisau dapur. Hingga saat ini polisi masih menelusuri kasus pembunuhan ini.